Tes Bentuk Essay | Makalah
MAKALAH
TES BENTUK ESSAY
Disusun untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran
Jurusan Tadris IPA Biologi D-VI
Dosen Pengampu:
Edy Chandra, S. Si, MA.
Oleh:
Kelompok 4
1. Ida Siti Nur’aida
2. Iis Ismatul Muhibbah
3. Robi’atul Adawiyyah
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam proses pembelajaran terdapat berbagai macam tes yang digunakan. Setiap tes dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tes tertulis dan tes lisan. Salah satu bentuk tes itu adalah tes bentuk essay atau uraian yang termasuk dalam tes secara tertulis. Tes yang diberikan merupakan sarana untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan oleh guru dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh siswa sehingga dengan digunakannya tes bentuk essay dapat menjadi alat pengukur kemampuan siswa secara objektif.
Tes bentuk essay banyak ditemukan berbagai kelemahan. Bentuk essay sering disebut bentuk subjektif karena dalam pelaksanaannya sering dipengaruhi oleh faktor subjektivitas guru. Oleh karena itu, seringkali ditemui permasalahan dalam penilaian jawaban dari peserta didik sehingga banyak terjadi kesalahan pemberian nilai kepada peserta didik.
Akan tetapi, bukan berarti tes bentuk essay tidak dapat digunakan sebagai alat pengukur kemampuan siswa. Bentuk essay dapat digunakan untuk mengukur kegiatan-kegiatan belajar yang sulit diukur oleh bentuk-bentuk objektif. Dengan tes bentuk essay ini, diharapkan siswa mampu menguraikan, mengorganisasikan, dan menyatakan jawaban dengan kata-katanya sendiri. Berikut akan dibahas lebih detail mengenai tes bentuk essay.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian tes essay?
2. Apa saja macam-macam tes essay?
3. Bagaimana penggunaan tes essay?
4. Bagaimana cara mengonstruksi pertanyaan essay?
5. Apa saja kelebihan dan kelemahan tes essay serta bagaimana cara mengatasinya?
6. Bagaimana cara menyususn kisi-kisi tes essay?
7. Bagaimana cara menskor tes essay?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian tes essay.
2. Untuk mengetahui macam-macam tes essay.
3. Untuk mengetahui penggunaan tes essay.
4. Untuk mengetahui cara mengonstruksi pertanyaan essay.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Tes Essay
Tes essay adalah tes yang berbentuk pertanyaan tulisan, yang jawabannya merupakan karangan (essay) atau kalimat yang panjang-panjang. Panjang-pendeknya kalimat atau jawaban tes itu relatif, sesuai dengan kecakapan dan pengetahuan si penjawab. Tes essay merupakan bentuk penilaian yang paling dikenal dan banyak digunakan oleh guru-guru di sekolah dari dulu sampai sekarang. Karena tes essay memerlukan jawaban yang panjang dan waktu yang lama, biasanya soal-soal essay jumlahnya sangat terbatas, umumnya berjumlah di sekitar lima sampai sepuluh soal (item) saja. Lebih dari itu tidak mungkin karena akan memakan waktu terlalu lala dan melelahkan. (Purwanto, 2012: 35)
Secara ontologi, tes essay adalah salah satu bentuk tes tertulis yang susunannya terdiri atas item-item pertanyaan yang masing-masing mengandung permasalahan dan menuntut jawaban siswa melalui uraian-uraian kata yang merefleksikan kemampuan berpikir siswa. Tes essay dapat juga disebut sebagai tes dengan menggunakan pertanyaan terbuka, dimana dalam tes tersebut siswa diharuskan menjawab sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh para siswa. (Sukardi, 2010: 94).
B. Macam-macam Tes Essay
Jika dilihat dari aspek jawaban yang diberikan oleh siswa, tes essay menurut Grounlund (dalam Sukardi, 2010: 94) dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Tes Essay dengan Jawaban Panjang.
Tes essay dapat dikatakan jawaban panjang, apabila dalam aplikasi tes memerlukan jawaban siswa secara luas. Evaluator dalam hal ini, memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan jawaban secara tuntas, dan jelas. Sedangkan pada sisi evaluand, para siswa juga diberikan kesempatan untuk mengorganisasi penuangan ide tersebut menjadi satu kesatuan sehingga mudah dipahami oleh siswa. Keberadaan tes dengan jawaban panjang ini direncakanan oleh para evaluator untuk melihat kemampuan siswa dalam menuangkan ide dalam satu kesatuan yang komprehensif, koherensi, dan sistematis sehingga memberikan kejelasan jawaban.
2. Tes Essay dengan Jawaban Singkat
Tes essay dikatakan sebagai jawaban terbatas, apabila dalam menjawab para siswa hanya diminta menguraikan ide-idenya secara singkat dan tepat sesuai dengan spasi atau ruang yang disediakan oleh para evaluator. Jawaban pertanyaan tes essay terbatas ini biasanya mengarah kepada jawaban yang lebih spesifik dan lebih pasti seperti kunci jawaban yang telah dibuat evaluator.
C. Penggunaan Tes Essay
Menurut Suyata (1997: 19). Sebaiknya tes uraian digunakan apabila:
1. Jumlah siswa atau peserta tes relatif sedikit.
2. Waktu yang dipunyai guru untuk mempersiapkan soal relatif singkat dan terbatas.
3. Tujuan instruksional yang ingin dicapai adalah kemampuan mengekspresikan pikiran dalam bentuk tertulis, menguji kemampuan dengan baik, atau penggunaan kemampuan penggunaan bahasa secara tertib.
4. Guru ingin memperoleh informasi yang tidak tertulis secara langsung di dalam soal ujian tetapi dapat disimpulkan dari tulisan peserta tes, seperti sikap, nilai, atau pendapat. Soal uraian dapat digunakan untuk memperoleh informasi langsung tersebut, tetapi harus digunakan dengan sangat hati-hati oleh guru.
5. Guru ingin memperoleh hasil pengalaman belajar siswanya.
D. Mengonstruksi Pertanyaan Essay
Bentuk pertanyaan atau item tes essay dapat dikonstruksi dengan menggunakan kata bantu pertanyaan tertentu yang mengandung unsur singkatan 4 W + 1 , where (dimana), who (siapa), what (apa), why (mengapa), dan how (bagaimana). (Sukardi, 2010: 95)
Sebagai contoh tes essay adalah sebagai berikut:
1. Jelaskan apa perbedaan antara difusi dan osmosis?
2. Bagaimana mekanisme pertukaran gas pada sistem pernapasan, sebutkan pula organ-organnya?
Menurut Sukardi (2010: 96) mengemukakan bahwa untuk meningkatkan mutu pertanyaan essay sebagai alat pengukur hasil belajar yang kompleks, memerlukan dua hal penting yang perlu diperhatikan oleh para evaluator. Kedua hal penting tersebut, yaitu 1) bagaimana mengontruksi pertanyaan essay yang mengukur perilaku yang direncanakan, dan 2) bagaimana menskor jawaban yang diperoleh dari siswa.
Berikut adalah cara-cara menyusun tes essay:
1. Para guru hendaknya memfokuskan pertanyaan essay pada materi pembelajaran yang tidak dapat diungkap dengan bentuk tes lain misalnya tes objektif.
2. Para guru hendaknya memformulasikan item pertanyaan yang mengungkap perilaku spesifik yang diperoleh dari pengalaman hasil belajar. Tes yang direncanakan oleh guru, baik tes objektif maupun essay perlu tetap mengukur penilaian tujuan instruksional.
3. Item-item pertanyaan tes essay sebaiknya jelas dan tidak menimbulkan kebingungan sehingga para siswa dapat menjawab dengan tidak ragu-ragu. Menggunakan kata-kata yang spesifik seperti terangkan, bandingkan, buktikan, nyatakan dalam kesimpulan, gunakan, dan lain sebagainya.
4. Sertakan petunjuk waktu pengerjaan untuk setiap pertanyaan, agar para siswa dapat memperhitungkan kecepatan berpikir, menulis, dan menuangkan ide sesuai dengan waktu yang disediakan. Pertimbangkan waktu tersebut hendaknya didasarkan pada tingkat kesulitan setiap pertanyaan.
5. Ketika mengonstruksi sejumlah pertanyaan essay, para guru hendaknya menghindari penggunaan pertanyaan pilihan. Pertanyaan pilihan biasanya terletak pada kalimat instruksi pengerjaan pada awal tes, misalnya ‘’pilih empat soal dari lima pertanyaan yang tersedia’’. Penggunaan pertanyaan pilihan dimungkinkan memengaruhi reliabiltas tes esai yang direncanakan.
Menurut Purwanto (2012: 59-60) mengatakan bahwa untuk menyusun soal-soal essay sebagai indikator–indikator dari pencapaian siswa terhadap bahan pelajaran yang telah dipelajari, beberapa ketentuan perlu diperhatikan. Khusus mengenai penyusunan tes essay, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Tentukan bahwa siswa tidak akan menjawab terlalu banyak atau terlalu panjang sehingga waktu tidak cukup
Jumlah soal pada tes essay bergantung pada kompleksitas dan panjangnya jawaban yang dikehendaki, tingkat kemampuan siswa, dan waktu yang tersedia untuk mengerjakan soal tersebu. Tes essay bukanlah tes kecepatan kemampuan menulis. Soal-soal essay yang baik menuntut agar siswa menganalisis soal itu dengan teliti, memikirikan jawaban yang paling cocok kemudian menuliskan jawaban tersebut. Proses ini memakan waktu, semakin kompleks suatu pertanyaan atau soal, makin membutuhkan waktu yang lebih lama.
2. Jika beberapa soal essay akan diberikan, usahakan agar ada rentangan kesukaran dan kompleksitasnya
Kebanyakan tes yang dibuat guru bertujuan untuk membedakan tingkat penguasaan dan pencapaian siswa terhadap bahan pelajaran yang telah diajarkan. Jika semua soal essay itu sukar dan kompleks, beberapa orang siswa yang kurang kemampuan nya tidak akan dapat menghasilkan jawaban yang akseptabel terhadap satu pun dari soal-soal tersebut. Dengan memberikan variasi terhadap kesulitan dan kompleksitas soal-soal itu, guru dapat memperoleh informasi tentang siswa, baik yang kurang pandai maupun yang pandai.
3. Kebanyakan tes yang diberikan di kelas (classroom test) menuntut semua siswa untuk menjawab soal-soal yang sama
Jika suatu tes essay digunakan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan suatu program umum dari pengajaran, tiap siswa dituntut untuk menjwab pertanyaan-pertanyaan yang sama. Memberikan suatu pilihan soal atau pertanyaan akan mengurangi dasar umum (common basis), yang terhadapnya individu-individu yang berbeda dapat dibandingkan.
4. Tulislah seperangkat petunjuk umum bagi tes tersebut
Kebanyakan tes essay yang diberikan di kelas, soal-soal itu dishului hanya dengan kata-kata: ‘’Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.’’ Pernyataan ini tidaklah memadai sebagai petunjuk bagi siswa dalam menjawab soal-soal. Petunjuk yang baik bagi suatu tes essay hendaknya mencakup pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
a. Rencana umum yang harus digunakan siswa dalam mengerjakan tes itu
b. Bagaimana bentuk jawaban itu harus ditulis (secara garis besar)
c. Kriteria umum yang akan digunakan dalam menilai jawaban-jawaban tersebut
d. Waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tes tersebut
5. Specify the point for each question on the test
Jika lebih dari satu soal essay digunakan pada suatu tes, atau jika soal essay dikombinasikan dengan seperangkat soal objektif, guru harus menjelaskan kepada siswa titik berat (point value) soal-soal itu. Akan tetapi, jika soal-soal pada tes essay berbeda-beda dalam kompleksitas, dan karena itu in time untuk menjawab secara memadai, hal itu dimungkinkan atau dapat diterima bahwa makin kompleks soal-soal itu harus memungkinkan point value yang lebih tinggi daripada soal-soal yang lebih sederhana.
Dengan menunjukkan perbedaan atau macam-macam point value itu bagi macam-macam pertanyaan, guru dapat membantu siswa memperkirakan kompleksitas relatif dari soal-soal itu sehingga memungkinkan mereka mengalokasikan waktunya secara lebih bijaksana.
E. Kelebihan dan Kelemahan Tes Essay serta Cara Mengatasinya
Kelebihan tes essay dikemukakan oleh Sukardi (2010: 101) yaitu, sebagai berikut:
1. Mengukur proses mental para siswa dalam menuangkan ide ke dalam jawaban item secara tepat
2. Mengukur kemampuan siswa dalam menjawab melalui kata dan bahasa mereka sendiri
3. Mendorong siswa untuk mempelajari, menyusun, merangkai, dam menyatakan pemikiran secara aktif
4. Mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusun dalam bentuk kalimat mereka sendiri
5. Mengetahui seberapa jauh siswa telah memahami dan mendalami suatu permasalahan atas dasar pengetahuan yang telah diajarkan di dalam kelas.
Sedangkan kelebihan lainnya menurut Purwanto (2012: 38) adalah sebagai berikut:
1. Bagi guru, menyusun tes tersebut sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.
2. Si penjawab mempunyai kebebasan dalam menjawab dan mengeluarkan isi hati atau buah pikirannya.
3. Melatih mengeluarkan buah pikiran dalam bentuk kalimat atau bahasa yang teratur (melatih kreatif dan fantasi).
4. Lebih ekonomis, hemat karena tidak memerlukan kertas yang terlalu banyak untuk membuat soal tes, dapat didiktekan atau ditulis di papan tulis.
Di samping beberapa kelebihan, tes essay juga memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan, diantaranya sebagai berikut:
1. Dalam memeriksa jawaban pertanyaan tes essay, ada kecenderungan pengaruh subjektif yang selalu muncul dalam pribadi guru.
2. Pertanyaan essay yang disusun oleh guru cenderung kurang bisa mencakup seluruh materi yang telah diberikan.
3. Tidak atau dapat kurang digunakan untuk mengetes pelajaran yang scope-nya luas atau banyak sehingga kurang dapat menilai isi pengetahuan siswa sebenarnya.
4. Kemungkinan jawaban yang heterogen sifatnya menyulitkan pengetes dalam menskornya.
5. Baik-buruknya tulisan dan panjang-pendeknya jawaban yang tidak sama mudah menimbulkan evaluasi dan penskoran (scoring) yang tidak atau kurang objektif.
6. Karakteristik pembuatan essay test yang berbeda-beda bagi setiap guru dapat menimbulkan salah pengertian bagi si penjawab (cara membuat pertanyaan dan tuntutan jawabannya, setiap guru berbeda-beda). (Purwanto, 2012: 39)
Untuk mengatasi permasalahan dari penggunaan tes essay, dapat dipertimbangkan beberapa hal, antara lain:
1. Menyediakan waktu yang cukup untuk menyusun pertanyaan dalam setiap soal.
2. Kata-kata yang digunakan dalam pertanyaan hendaknya tidak diambil secara langsung dari buku atau catatan.
3. Sebaiknya dilengkapi kunci jawaban.
4. Pertanyaan essay yang direncanakan sebaiknya dibuat bervariasi dan bisa mencakup unit-unit mata pelajaran yang telah diajarkan di kelas.
F. Penyusunan Kisi-kisi Tes Essay
G. Menskor Tes Essay
Dalam pemberian skor tes essay, seorang guru sebaiknya:
1. Menyusun kunci jawaban untuk setiap pertanyaan yang mengandung materi penting yang dapat digunakan sebagai acuan dasar ketika melakukan penilaian.
2. Menentukan nilai dari setiap pertanyaan berdasarkan bobot permasalahan kompleksitas jawaban, dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan jawaban.
3. Memutuskan beberapa poin pengurangan skor penilaian apabila siswa melakukan kesalahan kecil, misalnya kesalahan ejaan, tanda baca, dan penggunaan kata.
4. Mengevaluasi satu pertanyaan pada semua lembar jawaban sebelum pindah ke pertanyaan lainnya.
5. Guru mengecek kesamaan kualitas jawaban, kelompokkan lembar jawaban siswa ke dalam 3-5 tumpukan dengan memerhatikan rangking dari yang tertinggi sampai yang terendah dan menempatkan lembar jawaban siswa ke dalam tumpukan yang ada atas dasar nilai yang dicapai.
6. Usahakan dalam proses penilaian jawaban soal tidak melihat nama siswa penjawabnya.
7. Disarankan untuk sering beristirahat untuk mencegah kelelahan dan kejenuhan yang dapat mengakibatkan pemberian skor berubah secara signifikan.
Suyata (1997: 23) menguraikan beberapa cara yang dapat dilakukan berkaitan dengan kegiatan penskoran tersebut:
1. Model Jawaban
Sebelum memulai pemberian skor dalam tes uraian, pengoreksian ujian perlu membuat contoh jawaban benar untuk setiap butir soal sebagai model. Dengan model tersebut, penskoran akan berjalan relatif sesuai dengan ukuran yang sama, berlaku untuk setiap jawaban pada soal yang sama. Hal ini akan lebih menyingkat waktu dan meningkatkan akurasi penskoran.
2. Penskoran Keseluruhan dan Bagian demi Bagian
Penskoran keseluruhan adalah cara penskoran yang tidak dibagi-bagi atas elemen-elemen. Jawaban ujian dibaca secara keseluruhan, kemudian ditentukan jumlah skor untuk setiap butir soal. Kriteria penskoran dibuat bertingkat, seperti sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang.
Cara penskoran yang lain adalah bagian demi bagian. Hal ini lebih dianjurkan sebab penskoran akan relatif lebih teliti. Dengan menyusun daftar poin-poin penting dalam setiap jawaban.
3. Satu Butir untuk Seluruh Peserta
Jawaban hendaknya dibaca tiap butir untuk seluruh peserta tes, agar reliabilitas skor dapat dipertahankan.
4. Buat Poin-poin Penting untuk Setiap Jawaban Soal
Agar penskoran dapat dilakukan dengan lebih obyektif, untuk setiap soal perlu dibuat daftar poin-poin penting yang perlu ada.
DAFTAR PUSTAKA
Purwanto, N. M. 2012. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sukardi. 2010. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Suyata, P. 1997. Tes Bahasa Bentuk Uraian (Upaya ke Arah Kualitas Soal). Jakarta: .Jurnal Cakrawala Pendidikan No.2 Tahun XVI.


Komentar
Posting Komentar