Sayuran dalam Al-Qur'an | Makalah

SAYURAN INTEGRASINYA DALAM AL-QUR’AN
MAKALAH 
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur Mata Kuliah Keterpaduan Islam dan Sains 
Jurusan Tadris IPA Biologi-D Semester VII

Dosen Pengampu : Edy Chandra, S. Si. M. A. 








Disusun Oleh:
Kelompok 4
1. Ida Siti Nur’aida 
2. Rani Nur Utami
3. Sumyati


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN 
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2018





BAB II
PEMBAHASAN
A. Mentimun dan Integrasinya dengan Al-Qur’an
1. Klasifikasi Ilmiah Mentimun
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Dilleniidae
Ordo : Violales
Familia : Cucurbitaceae
Genus : Cucumis
Species : Cucumis sativus L.
(Plantamor, 2017).
2. Deskripsi
Mentimun atau ketimun (Cucumis sativus L.) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasa dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Ketimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
3. Karakteristik
a. Akar
Mentimun memiliki akar tunggang dan bulu-bulu akar tetapi daya tembusnya relatif dangkal, sekitar kedalaman 30-60 cm. Oleh karena itu, tanaman mentimun termasuk peka terhadap kekurangan dan kelebihan air (Rukmana, 1994).
b. Batang
Batang mentimun berupa batang lunak dan berair, berbentuk pipih, berambut halus, berbuku-buku, dan berwarna hijau segar. Batang utama dapat menumbuhkan cabang anakan. Ruas batang atau buku-buku batang berukuran 7-10 cm dan berdiameter 10-15 cm.
c. Daun
Daun mentimun terdiri atas helaian daun (lamina), tangkai daun, dan ibu tulang daun. Helaian daun mempunyai bangun dasar bulat atau bangun ginjal, bagian ujung daun runcing berganda. Pangkal daun berlekuk, tepi daun bergerigi ganda. Daun mentimun dewasa mempunyai ukuran panjang dan lebar yang dapat mencapai 20 cm, berwarna hijau tua hingga hijau muda, permukaan daun berbulu halus dan berkerut.
d. Bunga
Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik.  Bunganya berbentuk terompet dan berwarna kuning bila sudah mekar.
e. Buah
Buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo. Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.
f. Habitus
Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim: setelah berbunga dan berbuah tanaman mati (Daisugi, 2011).

4. Tinjauan Islam Mentimun Secara Eksplisit
Dalam ilmu pengobatan Islam, sayur yang memiliki nama ilmiah Cucumis sativus L. ini dikenal dengan nama qitsa’ atau khiyar. Allah SWT menyebut sayuran ini dalam surat Al Baqarah ayat 61.
 وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ اهْبِطُواْ مِصْراً فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَآؤُوْاْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ذَلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعْتَدُون.َ
Yang Artinya: “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. lalu dilimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
Mentimun adalah buah yang dingin, lembab dan dapat meredam suhu panas ketika menderita radang perut besar. Sebagian timun, jika dingin akan berbahaya bagi perut. Maka jika hendak makan, sebaiknya dibarengi dengan sesuatu yang menghilangkan rasa dingin dan kelembabannya. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw.; “Jika beliau hendak memakannya, dibarengi dengan buah kurma." Karena, jika memakan mentimun dibarengi dengan buah kurma atau kismis atau madu, hal tersebut dapat menetralkan kelembaban dan rasa dingin timun. Selain itu, mengonsumsi kurma dan mentimun bisa memperbesar ukuran payudara bagi kaum wanita.
Di zaman Rasulullah SAW, sayuran ini sudah dipakai sebagai salah satu bahan untuk kesehatan. Biasanya, mentimun dikombinasi dengan kurma segar untuk menjaga kesehatan. Dalam sebuah Hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering melakukannya. Dari Aisyah bahwasanya, “Rasulullah sering makan mentimun dicampur dengan kurma basah.” (HR. Tirmidzi)
Selain untuk menjaga kesehatan, kombinasi keduanya juga untuk meningkatkan berat badan dan mengubah bentuk tubuh yang semula kurus ceking menjadi lebih berisi. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Aisyah Radhiyallahu ‘anha ketika hendak dipertemukan dengan Rasulullah SAW, rutin mengonsumsi mentimun dan kurma basah untuk mendapatkan tubuh yang ideal ketika itu tubuhnya kecil dan kurus (Wiyonggo, 2015)
Aisyah berkata, “Ibuku mengobatiku agar aku kelihatan gemuk, saat dia hendak mempertemukan aku dengan Rasulullah, dan usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga aku memakan mentimun dengan kurma basah. Kemudian aku menjadi gemuk dengan bentuk yang ideal” (HR. Ibnu Majah).
5. Tinjauan Sains
Hasil penelitian modern menyebutkan bahwa mentimun mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak, dan 2,2% karbohidrat. Selain itu, juga mengandung zat bermanfaat lain, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C (Hamzah, 2007).
a. Kandungan Nutrisi Mentimun
Tabel berikut ini menjelaskan nilai nutrisi yang dikandung 100 gram mentimun segar:
Unsur Kadarnya Unsur Kadarnya
Air                      95,6 gr Protein 0,8 gr
Lemak 0,1 gr Karbohidrat 3 gr
Asam serabut 0,6 gr Vitamin 200 SI
Vitamin B1 0,04 mgm Vitamin B2 0.05 mgm
Nicotinic Acid 0,18 mgm Vitamin C 10 mgm
Potassium 140 mgm Kalsium 10 mgm
Besi 0,3 mgm Fosfor 21 mgm
Kandungan cairan yang tinggi hidrat tubuh dan membuat kulit tampak berseri. Asupan mentimun Reguler yang baik untuk arthritis, asam urat dan eksim. Mentimun yang baik dapat mengendalikan diabetes. Karena banyak mengandung bahan penting itu, mentimun sangat baik digunakan sebagai tonik (menjaga kesehatan). Selain itu, ia juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Jus mentimun bersifat mendinginkan badan dan menurunkan panas pada saat demam. Juga menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, serta menyehatkan saluran pencernaan.
Mentimun juga merupakan peluruh kencing yang baik, sementara irisan mentimun yang dikompreskan pada kelopak mata saat terpejam, dapat menghilangkan noda hitam pada kantung mata akibat kurang tidur. Masker wajah dengan mentimun yang dihaluskan merupakan ramuan alami untuk meremajakan sel-sel kulit wajah agar tetap awet muda dan mencegah keriput. Sementara bila secara teratur dioleskan/dibalurkan pada pangkal paha atau bagian pantat, bisa berkhasiat menghilangkan selulit (Purwanto, 2001).
b. Manfaat mentimun
Sampena (2001) menjelaskan bahwa mentimun adalah buah berwarna hijau. Mentimun mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, fosfor, kalium, kalsium, seng, magnesium dan besi. Untuk kandungan gizinya dapat digunakan untuk diet dan produk kecantikan.
1) Dapat digunakan untuk mengobati penyakit kandung kemih.
2) Baunya dapat mengobati orang pingsan,
3) Akarnya dapat memperlancar saluran kencing. Jus timun merupakan salah satu diuresis terbaik untuk melancarkan air seni dan juga menurunkan darah tinggi. Selain itu jenis sayuran ini enak dimakan mentah serta menyehatkan.
4) Dan daunnya jika dijadikan seperti perban dapat mengobati bekas gigitan anjing.
5) Seorang dokter ahli berbangsa Arab memprediksikan bahwa mentimun dapat  menghilangkan rasa haus dan dahaga, pergolakan darah, menenangkan rasa pusing yang kronis, membuka penyumbat hati, memperlancar saluran kencing dan membasmi kerikil. Jika air mentimun diperas dan diminum dengan gula dapat mengobati penyakit kuning.
6) Dapat membantu sekresi dalam urin dan dengan demikian bertindak sebagai diuretik alami.
7) Memberi irisan ketimun pada mata memiliki efek menenangkan. Tempelkan irisan timun sebesar mata setiap tiga menit selama 20 menit pada kelopak untuk mengatasi mata yang sering lelah dan mengantuk.
8) Obat sariawan
Buah yang sering digunakan sebagai pelengkap hidangan rujak ini ternyata bermanfaat untuk meredakan sariawan atau seriawan. Dengan memakannya setiap hari dalam jumlah cukup banyak, niscaya buah yang memberi rasa dingin di rongga mulut ini mampu meredam "panas" sariawan.
B. Bawang Merah Integrasinya dengan Al-Qur’an
1. Klasifikasi Ilmiah Bawang Merah
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Liliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium cepa var. aggregatum L.
(Plantamor, 2017).

2. Deskripsi
Bawang merah merupakan salah satu tanaman yang termasuk kedalam umbian tanah, dan juga tanaman yang memiliki perakaran yang serabut di bagian pangkal umbi. Tanaman bawang merah ini  diduga berasal dari Asia Tenggara yang menyebar luas keberbagai wilayah dan juga tempat lainnya, bawang merah ini biasanya digunakan sebagai bumbu atau tambahan masakan yang bertujuan untuk memberikan cipta rasa khusus dalam masakan tersebut.
Secara umumnya, bawang merah ini juga merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan dan senyawa yang sangat tinggi, sehingga di zaman dahulu hingga sekarang banyak menggunakan bawang merah ini sebagai bahan herbal dan juga tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit serta menyehatkan kesehatan tubuh (Kurniawan, 2017). 
3. Karakteristik
a. Akar
Perakaran pada bawang merah ini memiliki perakaran yang dangkal dan juga bercabang memencar, dengan kedalam mencapai 15-30 cm didalam tanah serta tumbuh di sekitar umbi bawang merah.
b. Batang
Batang bawang merah memiliki batang sejati disebut diskus, yang memiliki bentuk hampir menyerupai cakram, tipis dan juga pendek sebagai tempat melekatnya akar dan juga mata tunas. Sedangkan bagian atas pada diskus ini terdapat batang semu yang tersusun atas pelepah-pelepah daun dan batang semu yang berada didalam tanah dan juga berguna untuk menjadi umbi lapis .
c. Daun
Daun bawang merah memiliki bentuk silindris kecil memanjang yang mencapai sekitar 50-70 cm, memiliki lubang dibagian tengah dan pangkal daun runcing. Daun bawang merah ini berwarna hijau mudah hingga tua, dan juga letak daun ini melakat pada tangkai yang memiliki ukuran pendek.
d. Bunga
Bunga bawang merah ini memiliki panjang antara 30-90 cm, dan juga memiliki pangkal ujung kuntum bunga yang hampir menyerupai payung. Selain itu, bunga tanaman ini terdiri dari 5-6 helai daun bunga yang bewarna putih, 6 benang sari berwarna hijau hingga kekuningan kuningan, serta memiliki 1 putik dan bakal buah yang memiliki bentuk segitiga. Bunga bawang merah ini juga merupakan salah satu bunga sempurna  dan juga dapat melakukan penyerbukan sendiri.
e. Buah dan biji
Buah bawang merah berbentuk  ulat dengan pangkal ujung tumpul yang terbungkus dengan biji berjumlah 2-3 butir, selain itu biji ini memiliki bentuk agak pipih berwarna bening dan juga agak keputihan hingga memiliki warna kecoklatan sampai kehitaman. Namun, untuk perbanyakan pada biji bawang merah ini dapat dilakukan dengan cara generatif (seksual).
4. Tinjauan Islam
Bawang merah telah disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an yaitu surah Al Baqarah ayat 61 yang artinya : ‘’Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, Kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. sebab itu mohonkanlah untuk Kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi Kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, Yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu  ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". lalu dilimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya dari Aisyah ra bahwa ia pernah ditanya tentang bawang merah. Aisyah menjawab, ”makanan yang terakhir kali dimakan oleh Rasulullah, mengandung bawang merah”.  Sedangkan diriwayatkan dengan shahih dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim bahwa bila seseorang memakan bawang merah, ia tidak boleh masuk masjid. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang telah memakan bawang putih ini, bawang putih ini, bawang merah, maka janganlah sekali-kali ia mendekati masjid kami ini."
5. Tinjauan Sains
Efek samping dari bawang merah bisa menyebabkan migraine, kepala pusing, menyebabkan masuk angin dan menggelapkan pandangan mata. Terlalu banyak mengkonsumsi bisa menyebabkan penyakit “pelupa”, merusak akal dan merubah bau mulut, di samping juga mengganggu sesama manusia  juga para malaikat, sehingga mubah hukumnya untuk masuk masjid (Sandi, 2008).
Bawang merah memiliki sifat panas pada tingkatan kedua, disamping juga memiliki sifat lembab berlebih. Bawang berkhasiat mencegah bahaya air yang sudah berubah bentuk dan rasanya. Mengusir bau beracun, memancing selera makan, memperkuat lambung, membangkitkan gairah, memperbanyak hormon, mempercantik warna kulit, menghilangkan dahak serta membersihkan lambung.
Bagian tengahnya dapat menghilangkan panu, bila dibalurkan pada sekitar bagian tubuh yang terserang penyakit alopecia (botak) bisa bermanfaat sekali. Jika dicampur dengan garam, dapat menghilangkan ketombe. Bawang merah yang hirup baunya oleh orang yang baru meminum obat pencahar, bisa mencegah mual dan muntah serta meghilangkan bau obat tersebut. Bila airnya digunakan sebagai gurah, bisa membersihkan kepala. Bisa juga diteteskan ke telinga apabila susah mendengar atau berdengung, mengeluarkan nanah atau kemasukan air. Bau pedas yang menyebabkan keluarnya air mata juga berguna sekali. Bagian tengahnya baik sekali dipakai bercelak bila dicampurkan dengan madu untuk memperbagus bagian putih mata.
Bawang merah yang dimasak juga mengandung banyak gizi, berguna mengobati penyakit kuning, batuk dan sesak nafas, bias memperlancar buang air kecil dan melunakkan buang air besar. Berkhasiat juga mengobati gigitan anjing (tapi bukan anjing gila) bila dibalurkan air perasannya ditambah sedikit garam pada bagian luka. Bahkan bila dibalurkan di dubur bias membantu membuka lubang wasir/ambien (Al-Jauziah, 2004).
Dalam as-Sunah disebutkan bahwa Rasulullah memerintahkan orang yang hendak mengkonsumsi bawang merah dan juga bawang putih agar mematikan efek sampingnya dengan cara memasaknya. Efek samping dari bawang merah dapat  dihilangkan pada suhu tinggi karena senyawa aktifnya yang menyebabkan efek buruk akan terurai dan menghilangkan efek berbahaya.bawang merah termasuk jenis keluarga sayuran Liliaceae, sayuran beraroma menyengat dengan kandungan sulfat alil, yaitu zat balerang yang mudah menguap. Oleh sebab itu hendaknya berhati-hati menggunakan bawang iris yang disimpan, karena akan layu dan jadi bahan beracun, maka harus digunakan dalam keadaan segar. Jadi mengkonsumsi bawang merah harus dimasak, sedangkan  jika diiris maka harus segera dikonsumsi.
Terbukti secara ilmiah bahwa perasan bawang merah dapat membunuh kuman TBC segera musnah  begitu seseorang menghiup uap bawang merah. Bahan-bahan aktif medisinal yang terdapat dalam bawang merah adalah vitamin C yang anti pembusukan dan penambah gairah, hormone-hormon sexs penambah gairah kaum lelaki, bahan colocnin, yaitu sejenis insulin yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu bawang trmasuk obat-obatan yang berguna bagi penderita sakit gula. Di dalam bawang merah juga terdapat belerang, besi dan vitamin yang dapat menguatkan otot-otot.
Bawang merah juga mengandung zat pelancar air seni dan empedu, penambah stamina jantung, enzim-enzim yang berguna bagi perut, zat-zat pengaktif kalenjar dan hormon. Umbi bawang merah mengandung zat antibiotika yang lebih kuat daripada penisilin, ormayusin dan sulfat. Sehingga dapat menyembuhkan TBC, sipilis, kencing nanah dan membunuh berbagai jenis kuman berbahaya (Sandi, 2008).
Kita percaya bahwa umur ada di tangan Allah SWT, tetapi secara empiris terbukti bahwa orang-orang yang paling banyak mengkonsumsi bawang merah adalah orang-orang kuat dan jauh dari penyakit. Sedikit sekali orang yang mengkonsumsi bawang merah terserang kanker, TBC, atau lemah. Merekalah orang-orang yang kuat melawan penyakit (Abdul, 2007). Jadi, kesimpulan dari teori di atas (kandungan bawang) yang dikemukakan oleh ilmuwan Jerman, Matthias Schleiden (ahli tumbuhan, 1804-1884) bukanlah sekedar ilmu kosong belaka. Semua ilmu itu pasti ada sangkut-pautnya di dalam kitab agung Allah SWT. Di dalam al-Qur’an sudah jelas Allah memerintahkan umatnya untuk membaca, berfikir, menelaah, meneliti, dan kemudian menemukan rahasia yang dikandung oleh kebenaran al-Qur’an. Seperti ayat ke-61 surah al-Baqarah yang menyebut singkat tentang perwujudan bawang merah. Ternyata disana terkuak sangat banyak khasiat serta manfaat dari wujud kecil si bawang merah.




























BAB III
SIMPULAN


























DAFTAR PUSTAKA

Abdul, B.M. A. 2007. Inilah Makanan Rasulullah SAW. Jakarta: Nakhlah Pustaka.
Al-Jauziah, I. Q. 2004. Metode Pengobatan Nabi. Jakarta: Griya Ilmu.
Hamzah, M.M. 2007. Mentimun. Jakarta: Mizan.
Purwanto, H.,et.al. 2001. Sayuran Jepang. Jakarta: Penebar Swadaya.
Rukmana, R. 1995. Budidaya Mentimun. Yogyakarta: Kanisius.
Sampena, U. 2001. Budidaya Mentimun. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sandi, E.S. 2008. Rahasia Tumbuhan Berkhasiat Obat Perspektif Islam. Malang: UIN-Malang Press.
Daisugi, Sakuya. 2011. Klasifikasi Ilmiah Cucumis sativus L. http://www.daisugi.blogspot.com.
Kurniawan, F. 2017. Klasifikasi dan Morfologi Bawang Merah. http://fredikurniawan.com. Diunduh pada 06 Desember 2017.
Plantamor. 2017. Klasifikasi mentimun. www.plantamor.com. Diunduh pada 03 Desember 2017. 
------------. 2017. Klasifikasi Bawang Merah. www.plantamor.com. Diunduh pada 03 Desember 2017. 
Wiyonggo. 2015. Mentimun Sayuran yang Termaktub dalam Qur’an. http://wiyonggoputih.blogspot.co.id/2015. Diunduh pada 03 Desember 2017.



Komentar

Postingan Populer