Contoh proposal penelitian
PROPOSAL PENELITIAN
Masalah : Jarang menerapkan media pembelajaran yang kreatif
Judul : Pengaruh penerapan media poster pada pembelajaran Biologi kelas X terhadap peningkatan hasil belajar siswa di SMAN 1 Jalaksana
Variabel : 1. Variabel Independent (X) = Penerapan media poster
2. Variabel Dependent (Y) = Peningkatan hasil belajar
Rumusan Masalah : 1. Adakah pengaruh dalam menerapkan media poster terhadap hasil belajar siswa?
2. Seberapa besar perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen?
Definisi : Media poster
Media poster adalah suatu pesan tertulis baik itu berupa gambar ataupun tulisan yang di tujukan untuk menarik perhatian banyak orang sehingga pesan yang disampaikandapat diterima orang lain dengan mudah.
Hasil belajar
Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotor.
Latar Belakang : Setiap sekolah baik formal maupun non formal selalu melakukan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dengan siswa. Dalam proses kegiatan belajar pun terjadi perubahan pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu. Peran guru adalah menyediakan, menunjukkan, membimbing dan memotivasi siswa agar mereka dapat berinteraksi dengan berbagai sumber belajar yang ada.
Bukan hanya sumber belajar yang berupa orang, melainkan juga sumber-sumber belajar yang lain. Bukan hanya sumber belajar yang sengaja dirancang untuk keperluan belajar, melainkan juga sumber belajar yang telah tersedia. Semua sumber belajar itu dapat kita temukan, kita pilih dan kita manfaatkan sebagai sumber belajar bagi siswa.
Proses belajar memang tidak terlepas dari pembelajaran melalui cara guru mengajar dengan menggunakan metode ceramah sehingga membuat suasana belajar terkadang menjadi membosankan dan tentu akan berpengaruh kepada hasil belajarnya. Belajar yang membosankan dan menjenuhkan selain dipengaruhi oleh cara mengajar guru juga bisa karena ketidakefektifan guru dalam menerapkan suatu media penujang sebagai sumber sarana yang dipakai dalam proses belajar mengajar.
Belajar hanya akan efektif jika siswa diberikan banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu, melalui multi metode dan multi media. Melalui berbagai metode dan media pembelajaran, siswa akan dapat banyak berinteraksi secara aktif dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki siswa. Terlebih lagi guru selalu menggunakan media yang sudah disediakan oleh sekolah. Oleh sebab itu, diperlukan penerapan baru seperti media poster pada kegiatan belajar agar siswa lebih efektif dan kreatif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar tersebut melalui media yang digunakan oleh guru.
Pada mulanya media pembelajaran hanyalah dianggap sebagai alat untuk membantu guru dalam kegiatan mengajar (teaching aids). Alat bantu mengajar yang mula mula digunakan adalah alat bantu visual seperti gambar, model, grafis atau benda nyata lain. Alat alat bantu itu dimaksudkan untuk memberikan pengalaman lebih konkrit, memotivasi serta mempertinggi daya serap dan daya ingat siswa dalam belajar.
Media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari "medium" yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Istilah media ini sangat populer dalam bidang komunikasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran. Banyak ahli yang memberikan batasan tentang media pembelajaran. AECT misalnya, mengatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Senada dengan itu, Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar.
Ada tiga jenis media pembelajaran yang dapat dikembangkan dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran oleh guru di sekolah, yaitu: (1) Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projekted visual) dan media yang tidak dapat diproyeksikan (non projekted visual). (2) Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar dan jenisnya. (3) Media audio visual merupakan kombinasi dari media audio dan media audio visual atau media pandang dengar”.
Poster menurut Arsyad (2007) merupakan media visual dua dimensi berisikan gambar dan pesan tertulis yang singkat. Poster tidak hanya penting untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu tetapi mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Media poster adalah media grafis yang tidak diproyeksikan mengandung materi visual yang dapat menimbulkan suatu konsep atau konfigurasi konsep untuk menarik perhatian banyak orang sehingga pesan dapat diterima dengan mudah.
Judul : Pengaruh penerapan media poster pada pembelajaran Biologi kelas X terhadap peningkatan hasil belajar siswa di SMAN 1 Jalaksana
Pedoman wawancara : 1. Pengetahuan tentang media pembelajaran
2. Penggunaan media poster di kelas
3. Dukungan kepala sekolah terhadap media
4. Ketersediaan media pembelajaran
5.
6. Media yang sering digunakan
7. Tingkat minat siswa pada media
8. Pola pemanfaatan media di kelas
9. Hambatan dalam memanfaatkan media
10. Solusi
Pertanyaan Wawancara : 1. Apakah Ibu/Bapak mengetahui tentang media pembelajaran?
2. Apakah dalam proses belajar mengajar Ibu/Bapak telah menggunakan media sebagai alat bantu dalam mengajar?
3. Apa alasan Ibu/Bapak menggunakan media pembelajaran?
Sejauh ini, apakah media poster sudah diterapkan oleh Ibu/Bapak dalam pembelajaran Biologi?
4. Mengapa Ibu/Bapak tertarik menggunakan media poster dalam pembelajaran Biologi?
5. Sejauh ini, apa media poster sangat efektif diterapkan dalam proses pembelajaran Biologi?
5. Bagaimana tanggapan dari Kepala Sekolah ketika Ibu/Bapak menerapkan media poster pada pembelajaran di kelas?
5.
4. Menurut Ibu/Bapak, seberapa penting media poster bagi siswa?
Pertanyaan Wawancara:
Masalah : Jarang menerapkan media pembelajaran yang kreatif
Judul : Pengaruh penerapan media poster pada pembelajaran Biologi kelas X terhadap peningkatan hasil belajar siswa di SMAN 1 Jalaksana
Variabel : 1. Variabel Independent (X) = Penerapan media poster
2. Variabel Dependent (Y) = Peningkatan hasil belajar
Rumusan Masalah : 1. Adakah pengaruh dalam menerapkan media poster terhadap hasil belajar siswa?
2. Seberapa besar perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen?
Definisi : Media poster
Media poster adalah suatu pesan tertulis baik itu berupa gambar ataupun tulisan yang di tujukan untuk menarik perhatian banyak orang sehingga pesan yang disampaikandapat diterima orang lain dengan mudah.
Hasil belajar
Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotor.
Latar Belakang : Setiap sekolah baik formal maupun non formal selalu melakukan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dengan siswa. Dalam proses kegiatan belajar pun terjadi perubahan pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu. Peran guru adalah menyediakan, menunjukkan, membimbing dan memotivasi siswa agar mereka dapat berinteraksi dengan berbagai sumber belajar yang ada.
Bukan hanya sumber belajar yang berupa orang, melainkan juga sumber-sumber belajar yang lain. Bukan hanya sumber belajar yang sengaja dirancang untuk keperluan belajar, melainkan juga sumber belajar yang telah tersedia. Semua sumber belajar itu dapat kita temukan, kita pilih dan kita manfaatkan sebagai sumber belajar bagi siswa.
Proses belajar memang tidak terlepas dari pembelajaran melalui cara guru mengajar dengan menggunakan metode ceramah sehingga membuat suasana belajar terkadang menjadi membosankan dan tentu akan berpengaruh kepada hasil belajarnya. Belajar yang membosankan dan menjenuhkan selain dipengaruhi oleh cara mengajar guru juga bisa karena ketidakefektifan guru dalam menerapkan suatu media penujang sebagai sumber sarana yang dipakai dalam proses belajar mengajar.
Belajar hanya akan efektif jika siswa diberikan banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu, melalui multi metode dan multi media. Melalui berbagai metode dan media pembelajaran, siswa akan dapat banyak berinteraksi secara aktif dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki siswa. Terlebih lagi guru selalu menggunakan media yang sudah disediakan oleh sekolah. Oleh sebab itu, diperlukan penerapan baru seperti media poster pada kegiatan belajar agar siswa lebih efektif dan kreatif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar tersebut melalui media yang digunakan oleh guru.
Pada mulanya media pembelajaran hanyalah dianggap sebagai alat untuk membantu guru dalam kegiatan mengajar (teaching aids). Alat bantu mengajar yang mula mula digunakan adalah alat bantu visual seperti gambar, model, grafis atau benda nyata lain. Alat alat bantu itu dimaksudkan untuk memberikan pengalaman lebih konkrit, memotivasi serta mempertinggi daya serap dan daya ingat siswa dalam belajar.
Media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari "medium" yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Istilah media ini sangat populer dalam bidang komunikasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran. Banyak ahli yang memberikan batasan tentang media pembelajaran. AECT misalnya, mengatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Senada dengan itu, Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar.
Ada tiga jenis media pembelajaran yang dapat dikembangkan dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran oleh guru di sekolah, yaitu: (1) Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projekted visual) dan media yang tidak dapat diproyeksikan (non projekted visual). (2) Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar dan jenisnya. (3) Media audio visual merupakan kombinasi dari media audio dan media audio visual atau media pandang dengar”.
Poster menurut Arsyad (2007) merupakan media visual dua dimensi berisikan gambar dan pesan tertulis yang singkat. Poster tidak hanya penting untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu tetapi mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Media poster adalah media grafis yang tidak diproyeksikan mengandung materi visual yang dapat menimbulkan suatu konsep atau konfigurasi konsep untuk menarik perhatian banyak orang sehingga pesan dapat diterima dengan mudah.
Judul : Pengaruh penerapan media poster pada pembelajaran Biologi kelas X terhadap peningkatan hasil belajar siswa di SMAN 1 Jalaksana
Pedoman wawancara : 1. Pengetahuan tentang media pembelajaran
2. Penggunaan media poster di kelas
3. Dukungan kepala sekolah terhadap media
4. Ketersediaan media pembelajaran
5.
6. Media yang sering digunakan
7. Tingkat minat siswa pada media
8. Pola pemanfaatan media di kelas
9. Hambatan dalam memanfaatkan media
10. Solusi
Pertanyaan Wawancara : 1. Apakah Ibu/Bapak mengetahui tentang media pembelajaran?
2. Apakah dalam proses belajar mengajar Ibu/Bapak telah menggunakan media sebagai alat bantu dalam mengajar?
3. Apa alasan Ibu/Bapak menggunakan media pembelajaran?
Sejauh ini, apakah media poster sudah diterapkan oleh Ibu/Bapak dalam pembelajaran Biologi?
4. Mengapa Ibu/Bapak tertarik menggunakan media poster dalam pembelajaran Biologi?
5. Sejauh ini, apa media poster sangat efektif diterapkan dalam proses pembelajaran Biologi?
5. Bagaimana tanggapan dari Kepala Sekolah ketika Ibu/Bapak menerapkan media poster pada pembelajaran di kelas?
5.
4. Menurut Ibu/Bapak, seberapa penting media poster bagi siswa?
Pertanyaan Wawancara:


Komentar
Posting Komentar